KEK Likupang, Surga Baru Pariwisata di Sulawesi Utara

  • Whatsapp
Kawasan Ekonomi Khusus

KEK LikupangKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang di Sulawesi Utara menandai era baru dalam pengembangan pariwisata dan investasi di Indonesia. Dengan selesainya evaluasi kesiapan operasional, KEK Likupang, yang diusulkan oleh PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD), anak perusahaan Sintesa Group, siap menyuguhkan pesona alam Sulawesi Utara sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan asing.

Fokus utama KEK ini pada waterfront city, marina, dan konservasi mencerminkan komitmen untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan, sesuai dengan tren masa kini yang mengarah pada konsep sustainable living. Dengan infrastruktur yang memadai dan dukungan penuh dari pemerintah, KEK Likupang diharapkan tidak hanya menjadi magnet bagi investor tetapi juga membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi wilayah.

Konsep Pengembangan KEK Likupang

KEK Likupang, yang telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2019 pada 6 Desember 2019, fokus pada pengembangan investasi seperti waterfront city, marina, dan konservasi. Pengembangan marina akan terintegrasi dengan waterfront city yang dilengkapi dengan area residensial. Di luar KEK, akan dibangun Wallace Conservation Center dan Yacht Marina sebagai bagian dari konsep pengembangan yang berkelanjutan, sejalan dengan tren wisatawan modern yang cenderung menuju konsep sustainable living.

Kriteria Kesiapan KEK Likupang

Rizal Edwin Manansang menjelaskan bahwa KEK Likupang telah memenuhi sebagian besar kriteria evaluasi, termasuk sarana dan prasarana pertanahan, infrastruktur dasar, fasilitas kawasan, kelembagaan dan sumber daya manusia, serta perangkat pengendali administrasi. Beberapa penyesuaian masih diperlukan, tetapi KEK dianggap siap menerima investasi.

Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Hingga Desember 2023, KEK Likupang telah mencatatkan investasi sebesar Rp509 miliar dan menyerap 819 tenaga kerja. Pada tahun 2024, KEK Likupang menargetkan investasi sebesar Rp175,17 miliar dan menyerap 440 tenaga kerja. Direncanakan bahwa operasional KEK ini akan memberikan dampak positif berupa pertumbuhan ekonomi wilayah dan penciptaan lapangan kerja.

Peran KEK dalam Peningkatan Daya Saing Indonesia

Rizal Edwin Manansang berharap bahwa KEK Likupang dapat menjadi instrumen pendorong daya saing Indonesia di tengah arah ekonomi global pasca krisis. Dia menyatakan kebanggaannya sebagai Putra Sulawesi Utara, mengakui bahwa pengembangan KEK ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di daerah Minahasa Utara.

Rencana Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Direktur PT Minahasa Resort Permai Developer, Leo Rustandi, mengungkapkan rencana pengembangan KEK Likupang setelah resmi beroperasi. Fokus utama akan diberikan pada pariwisata konservasi dan marine tourism dengan empat pilar utama: Eco Marine Tourism, Circular Economy, dan Cultural. Leo Rustandi menegaskan komitmen untuk menjaga keindahan alam Sulawesi Utara sambil memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Dengan demikian, KEK Likupang bukan hanya diharapkan menjadi destinasi wisata yang menarik tetapi juga pusat investasi yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Sebagai langkah awal, KEK Likupang siap menerima investasi dan berperan dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *