Transformasi Keterampilan dalam Era Kecerdasan Buatan, Perusahaan di Indonesia Dorong Peningkatan Skill Karyawan

  • Whatsapp
Keterampilan Dunia Kerja

Transformasi KeterampilanSeiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membawa dampak disrupsi ke berbagai sektor pekerjaan, para pemimpin perusahaan di Indonesia semakin menyadari perlunya meningkatkan keterampilan karyawan mereka. Menurut data terbaru, sebanyak 97 persen perusahaan di Indonesia berencana meningkatkan keterampilan para karyawannya dalam rangka menyikapi perubahan ini pada tahun ini.

Proyeksi menunjukkan bahwa keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja akan mengalami perubahan sebesar 68 persen pada tahun 2030 sebagai dampak langsung dari disrupsi yang dibawa oleh kecerdasan buatan. Peningkatan signifikan dalam pemanfaatan teknologi AI membuat perusahaan-perusahaan terus beradaptasi dan mencari individu yang memiliki keterampilan yang relevan.

Bacaan Lainnya

Menurut Rohit Kalsy, Country Lead, Indonesia, di LinkedIn, “dalam setahun terakhir, narasi didominasi oleh kemajuan teknologi, terutama integrasi AI ke dalam alur kerja bisnis.” LinkedIn melihat peningkatan signifikan, sebesar 5x year-on-year secara global, dalam jumlah pengguna yang berinteraksi dengan konten AI di LinkedIn Learning Hub.

Lima Skill Utama yang Diperlukan di Era AI

Berdasarkan penelitian terkini, terdapat lima keterampilan utama yang dianggap penting di tengah maraknya kecerdasan buatan. Skill tersebut mencakup:

  1. Problem Solving (37 persen): Kemampuan untuk memecahkan masalah kompleks menjadi keterampilan yang sangat dicari, mengingat kompleksitas tugas di era digital ini semakin meningkat.
  2. AI (35 persen): Pemahaman dan keterampilan dalam mengelola teknologi kecerdasan buatan menjadi sangat esensial di berbagai sektor pekerjaan.
  3. IT & Web (28 persen): Keterampilan teknis terkait dengan teknologi informasi dan pengelolaan web tetap menjadi landasan penting dalam dunia kerja.
  4. Critical Thinking (27 persen): Kemampuan untuk berpikir kritis, mengevaluasi informasi, dan mengambil keputusan strategis menjadi semakin vital.
  5. Skill Komunikasi (25 persen): Meskipun era teknologi canggih, kemampuan komunikasi tetap menjadi faktor kunci keberhasilan di dunia profesional.

Kombinasi Soft Skill dan Kemauan Belajar

Selain skill teknis, laporan dari LinkedIn menekankan pentingnya soft skill, terutama kemampuan untuk belajar hal baru. Para pemimpin perusahaan di Indonesia menyoroti bahwa mereka tidak hanya mencari individu yang memiliki pemahaman tentang AI, tetapi juga menghargai kemampuan adaptasi, kerjasama tim, dan inisiatif belajar.

Dalam menghadapi era disrupsi AI ini, karyawan diperlukan untuk memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. LinkedIn Learning Hub mencatat peningkatan signifikan dalam interaksi pengguna dengan konten AI, menandakan kesadaran akan kebutuhan untuk pembelajaran berkelanjutan di tengah perubahan lanskap pekerjaan.

Komunikasi sebagai Keterampilan Utama

Dalam laporan LinkedIn untuk tahun 2024, keterampilan yang paling dicari adalah kemampuan komunikasi. Di seluruh negara di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, ‘komunikasi’ menduduki peringkat teratas dalam daftar keterampilan yang paling dicari. Ini mencerminkan pentingnya kemampuan berkomunikasi dengan baik dalam lingkungan kerja yang semakin global dan terkoneksi.

Faktor Penting dalam Rekrutmen

Manajer perekrutan di Indonesia juga menggarisbawahi bahwa, selain keterampilan teknis dan soft skill, faktor pertumbuhan individu dan kemampuan untuk belajar dianggap sebagai faktor paling penting saat mengevaluasi kandidat. Sebanyak 43 persen manajer perekrutan di Indonesia memandang potensi pertumbuhan individu sebagai kunci dalam mencari calon pekerja yang berkualitas.

Dalam menghadapi transformasi skill yang cepat dan perubahan paradigma dalam dunia kerja akibat kecerdasan buatan, pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci. Perusahaan-perusahaan di Indonesia diharapkan untuk terus mendorong karyawan mereka agar dapat mengembangkan keterampilan yang relevan, baik dari segi teknis maupun soft skill. Selain itu, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dan kemauan untuk belajar hal baru dianggap sebagai fondasi utama dalam merespon perubahan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *