Caleg DPD RI Jawa Timur, Kondang Kusumaning Ayu, Viral di Media Sosial Banyak yang Milih karena Kecantikannya

  • Whatsapp

Baru-baru ini, salah satu Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari wilayah Jawa Timur, Kondang Kusumaning Ayu, mendadak menjadi sorotan di media sosial karena kecantikannya. Banyak netizen yang mengaku memilihnya karena pesonanya yang menarik. Meskipun demikian, informasi tentang latar belakang dan profil Kondang Kusumaning Ayu masih minim.

Namun, berdasarkan rangkuman dari beberapa sumber, berikut beberapa fakta terkait dirinya:

  1. Alumnus Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Kondang Kusumaning Ayu merupakan alumnus Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Dia menyelesaikan pendidikan S1 dengan skripsi berjudul ‘Gambaran Kecerdasan Emosional pada Wanita sebagai Orang Tua Tunggal Akibat Perceraian’, yang dipublikasikan pada tahun 2017.
  2. Lahir di Kota Surabaya Informasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan bahwa Kondang Kusumaning Ayu lahir di Kota Surabaya.
  3. Pengikut Instagram 59,3 ribu Kondang Kusumaning Ayu memiliki akun Instagram dengan nama pengguna @kondangkusumaning_ayu10 dan memiliki sekitar 59,3 ribu pengikut. Meskipun begitu, konten yang diunggah ke akun tersebut terbatas pada gambar-gambar dirinya saat menjadi calon DPD RI.
  4. Akun TikTok @kondangkusumaningayu Selain Instagram, Kondang Kusumaning Ayu juga memiliki akun TikTok dengan nama pengguna @kondangkusumaningayu yang diikuti oleh sekitar 300 pengguna. Pada tanggal 16 Februari 2024, dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukung melalui platform tersebut.

Meskipun informasi tentang Kondang Kusumaning Ayu masih terbatas, popularitasnya yang meningkat secara tiba-tiba menunjukkan dampak kuat dari penampilan fisiknya dalam dunia politik.

Berita tentang Kondang Kusumaning Ayu, seorang Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Jawa Timur yang menjadi sorotan karena kecantikannya, menyoroti berbagai aspek dalam politik kontemporer. Fenomena ini menunjukkan bagaimana citra fisik dapat memengaruhi persepsi dan pilihan pemilih dalam proses demokrasi.

Kasus ini mencerminkan bagaimana popularitas seseorang dalam dunia politik tidak hanya didasarkan pada prestasi atau visi politiknya, tetapi juga faktor-faktor lain seperti penampilan fisik dan eksposur media sosial. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana kualifikasi dan kompetensi menjadi faktor penentu dalam pemilihan politik, dibandingkan dengan aspek-aspek lain yang bersifat lebih subjektif.

Penting untuk mengingat bahwa di balik sorotan media dan popularitas di media sosial, masih terdapat kebutuhan untuk informasi yang lebih substansial tentang latar belakang, visi, dan program kerja dari para kandidat politik. Serta, perlunya kesadaran dari pemilih untuk melakukan penilaian yang cermat dan berdasarkan substansi dalam memilih para wakilnya dalam sistem demokrasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *