Bank Jatim Bidik Laba Bersih Rp1,6 Triliun dan Kredit Tumbuh 10% di Tahun 2024

  • Whatsapp

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,47 triliun sepanjang tahun 2023. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,21% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp1,34 triliun.

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya. Penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,68% dari Rp40,46 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp44,44 triliun pada tahun 2023.

“Pertumbuhan kredit ini didorong oleh sektor konsumsi, perdagangan, dan UMKM,” kata Busrul dalam konferensi pers di Surabaya, Jumat (27/1).

Bank Jatim juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,83% dari Rp50,74 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp55,39 triliun pada tahun 2023. Rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Jatim juga terjaga di level 3,12%, jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang sebesar 3,36%.

“Kami optimistis Bank Jatim dapat terus tumbuh dan berkembang di tahun 2024. Kami akan fokus pada pengembangan bisnis di sektor UMKM, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Busrul.

Berikut adalah beberapa poin penting dari kinerja Bank Jatim sepanjang tahun 2023:

  • Laba bersih: Rp1,47 triliun (tumbuh 10,21%)
  • Penyaluran kredit: Rp44,44 triliun (tumbuh 9,68%)
  • Dana Pihak Ketiga: Rp55,39 triliun (tumbuh 8,83%)
  • NPL: 3,12%

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10% di tahun 2024. Hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang diprediksi mencapai 5,5%-6,0%.

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, untuk mencapai target tersebut, Bank Jatim akan fokus pada pengembangan bisnis di sektor UMKM, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami akan terus meningkatkan penetrasi pasar di sektor UMKM, yang merupakan sektor potensial dengan kontribusi besar terhadap ekonomi Jawa Timur,” kata Busrul dalam konferensi pers di Surabaya, Jumat (27/1).

Selain itu, Bank Jatim juga akan fokus pada pengembangan layanan digital untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan nasabah dalam bertransaksi.

“Kami akan terus berinovasi dalam mengembangkan layanan digital, seperti mobile banking, internet banking, dan digital lending,” ujar Busrul.

Bank Jatim juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan.

“Kami yakin dengan strategi yang tepat dan fokus pada pengembangan bisnis di sektor UMKM, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Bank Jatim dapat mencapai target yang telah ditetapkan di tahun 2024,” kata Busrul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *