Kontroversial Namun Menggemparkan: Animal Memecahkan Rekor Box Office Global

  • Whatsapp

Film Animal Bollywood mengukir prestasi membanggakan di panggung global dengan mencapai rekor box office sebesar $50 juta hanya dalam waktu lima hari sejak perilisannya. Disutradarai oleh Sandeep Reddy Vanga, karya berbahasa Hindi ini menyoroti konflik keluarga antara seorang anak dan ayahnya, memukau penonton dengan bintang-bintang ternama seperti Ranbir Kapoor, Anil Kapoor, Bobby Deol, dan Rashmika Mandanna. Meski sukses finansial, keberhasilan “Animal” ternyata disertai kontroversi, menciptakan perdebatan seputar isi dan pesan yang ingin disampaikan oleh film tersebut.

Menurut laporan dari Collider, “Animal” berhasil meraih pendapatan sebesar $50 juta di seluruh dunia dalam waktu singkat setelah dirilis. Dari jumlah tersebut, $30 juta berasal dari pasar India, sementara $7 juta di antaranya didapatkan dari penjualan tiket box office Amerika Serikat. Dengan pencapaian luar biasa sebesar $42 juta selama akhir pekan pembukaan, film ini mencatatkan diri sebagai pembukaan terbesar kedua untuk film Bollywood tahun ini, hanya kalah dari “Jawan” yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan. Kesuksesan ini menggambarkan daya tarik kuat “Animal” di mata penonton global, yang tampaknya tidak terpengaruh oleh kontroversi yang menyertainya.

Daftar Film Bollywood

Film Pendapatan Akhir Pekan Pembukaan
Jawan $64 juta
Animal $42 juta
Pathaan $37 juta

Mengapa “Animal” Menjadi Film Kontroversial?

Meskipun meraih jumlah impresif di box office global, “Animal” tidak mendapat tanggapan positif dari para kritikus. Saat ini, “Animal” mendapatkan skor rendah, yaitu 27%, di Rotten Tomatoes, menunjukkan kritik yang relatif negatif terhadap film ini. Penolakan keras terhadap film ini berbanding kontras dengan skor penonton yang jauh lebih tinggi, mencapai 85% di situs review tersebut.

Sebagian besar kritik negatif terhadap “Animal” berasal dari klaim bahwa film ini bersifat misoginis dan menggambarkan maskulinitas toksik. Kritikus menyatakan bahwa film Bollywood ini terlalu fokus pada protagonis laki-laki yang benar-benar jahat dan, dalam prosesnya, menyinggung perempuan. Melalui durasi aksi penuh darah selama 204 menit, “Animal” mencoba memberikan sensasi kepada penonton sambil memuja perilaku seksis dengan mengubah pria yang chauvinis menjadi pahlawan aksi.

Seperti yang terbukti dengan kesuksesan box office dan skor penonton yang tinggi di Rotten Tomatoes, kontroversi tidak menghalangi minat terhadap “Animal.” Angka-angka ini menunjukkan bahwa kontroversi mungkin justru menjadi bahan bakar kesuksesan film ini karena rasa penasaran penonton. Saat “Animal” terus berjalan di bioskop, akan menarik untuk melihat bagaimana perkembangan kontroversi dan persepsi penonton seiring berlanjutnya penjualan tiket.

Keberhasilan box office “Animal” dan minat yang tetap tinggi dari penonton menunjukkan bahwa, terlepas dari kontroversi, film ini berhasil menciptakan ketertarikan dan rasa penasaran yang kuat. Bagi para penggemar Bollywood, “Animal” mungkin menjadi bukti bahwa terkadang kontroversi dapat menjadi katalisator kesuksesan di industri hiburan.

Seiring film ini terus berjalan di bioskop, akan menarik untuk melihat bagaimana kontroversi ini berdampak pada citra film dan apakah minat penonton terus berlanjut. Dalam dunia seni dan hiburan, “Animal” mungkin menjadi contoh unik bagaimana polemik bisa menciptakan sorotan, bahkan di tengah persaingan sengit di panggung global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *