Komite Anti Dumping Indonesia Mulai Penyelidikan Terhadap Impor Benang Filamen Sintetis dari China

  • Whatsapp

Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) pada hari ini, Selasa (12/9/2023) memulai penyelidikan anti dumping terhadap impor produk benang filamen sintetik tertentu dari China. Produk tersebut masuk dalam pos tarif 5402.33.10; 5402.33.90; 5402.46.10; dan 5402.46.90 sesuai Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022.

Penyelidikan tersebut dilakukan atas permohonan dari Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), yang mewakili industri dalam negeri. APSyFI mengajukan permohonan tersebut karena merasa dirugikan akibat serbuan barang impor China, yang diduga dijual dengan harga dumping.

Bacaan Lainnya

Ketua KADI Donna Gultom mengatakan, penyelidikan tersebut dilakukan berdasarkan analisis KADI terhadap dokumen permohonan APSyFI. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa terdapat impor produk benang filamen sintetik tertentu dari China yang diduga dumping dan menyebabkan kerugian materil bagi pemohon.

“Selain itu, terdapat hubungan kausal antara kerugian pemohon dan dumping impor produk benang filamen sintetik tertentu yang berasal dari negara tertuduh,” kata Donna dalam keterangan resmi yang dirilis Kementerian Perdagangan.

Penyelidikan anti dumping produk benang filamen sintetik tertentu dari China tersebut akan berlangsung selama 120 hari. Selama masa penyelidikan, KADI akan mengumpulkan informasi dan data dari berbagai pihak, termasuk industri dalam negeri, importir, asosiasi, eksportir/produsen dari China, Kedutaan Besar Republik Indonesia di China, dan perwakilan pemerintahan Tiongkok di Indonesia.

KADI juga memberikan kesempatan bagi pihak yang berkepentingan lainnya yang belum diketahui untuk menyampaikan pemberitahuan ikut berpartisipasi dalam penyelidikan ini. Pemberitahuan dapat disampaikan selambat-lambatnya 14 hari sejak tanggal pengumuman ini atau pada 25 September 2023.

Apabila KADI menemukan bahwa impor produk benang filamen sintetik tertentu dari China benar-benar dijual dengan harga dumping, maka pemerintah dapat mengenakan bea masuk anti dumping (BMAD) terhadap produk tersebut. BMAD adalah bea masuk tambahan yang dikenakan di atas bea masuk normal untuk melindungi industri dalam negeri dari kerugian akibat dumping.

Penyelidikan anti dumping terhadap impor produk benang filamen sintetik tertentu dari China ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri dari kerugian akibat dumping.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *