KPU Mengeluarkan PKPU Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Tahapan dan Jadwal Pemilu 2024

  • Whatsapp

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis Peraturan KPU atau PKPU nomor 3 tahun 2022 yang mengatur tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. PKPU ini dibuat oleh KPU sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang menetapkan perlunya PKPU tentang tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pemilu tahun 2024.

PKPU nomor 3 tahun 2022 ini telah diundangkan oleh KPU pada tanggal 9 Juni 2022 di Jakarta. Berdasarkan salinan aturan yang diterima oleh awak redaksi Liputan6.com, PKPU ini menetapkan beberapa tanggal penting terkait Pemilu tahun 2024.

Bacaan Lainnya

Pada tanggal 21 Juni 2023, KPU memiliki batas waktu untuk melakukan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih. Selanjutnya, pada tanggal 25 November 2023, anggota DPD, anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota harus mencalonkan diri untuk Pemilu 2024. Untuk calon presiden dan wakil presiden, mereka dapat mendaftarkan diri mulai tanggal 19 Oktober 2023 dan pendaftaran ditutup pada tanggal 25 November 2023.

Masa kampanye Pemilu 2024 akan dimulai pada tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Artinya, para calon peserta Pemilu memiliki waktu sekitar 75 hari untuk melakukan kampanye.

Selanjutnya, peserta Pemilu memasuki masa tenang selama 3 hari, yaitu pada tanggal 11-13 Februari 2024. Hari pemungutan suara akan dimulai secara serentak pada tanggal 14 Februari 2024 dan berlangsung selama satu hari penuh. Perhitungan suara akan dilakukan setelah penutupan waktu di tempat pemungutan suara (TPS) dan harus selesai pada tanggal 15 Februari 2024.

KPU akan memulai rekapitulasi suara pada tanggal 15 Februari 2024 hingga 20 Maret 2024. Setelah hasil Pemilu diketahui, para peserta Pemilu, termasuk presiden dan wakil presiden serta anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, dapat mengajukan permohonan perselisihan hasil Pemilu selambat-lambatnya tiga hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) diumumkan.

Setelah perselisihan diselesaikan oleh MK, dilakukan pengucapan sumpah/janji oleh presiden dan wakil presiden serta anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Jadwal pengucapan sumpah/janji ini disesuaikan dengan masa jabatan masing-masing anggota DPRD kabupaten/kota dan DPRD provinsi. Untuk anggota DPR dan DPD, pengucapan sumpah/janji dijadwalkan pada tanggal 1 Oktober 2024, sedangkan untuk presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada tanggal 20 Oktober 2024.

KPU juga telah mengantisipasi kemungkinan Pemilu Presiden 2024 akan berlangsung dalam dua putaran. Jika terjadi putaran kedua, KPU akan melakukan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih pada tanggal 22 Maret 2024 hingga 25 April 2024. Para calon yang melanjutkan kontestasi dapat melakukan kampanye kembali mulai tanggal 2 Juni 2024 hingga 22 Juni 2024. Masa tenang putaran kedua dimulai pada tanggal 23 Juni 2024 selama 3 hari, dan pemungutan suara putaran kedua dilakukan pada tanggal 26 Juni 2024, diikuti dengan penghitungan suara dalam waktu 24 jam.

Rekapitulasi suara oleh KPU pada putaran kedua akan dilakukan pada tanggal 27 Juni 2024 hingga 20 Juli 2024. Para calon yang berkontestasi dapat mengajukan permohonan perselisihan hasil Pemilu ke MK dalam tenggat waktu 3 hari setelah hasilnya diumumkan oleh KPU pada tanggal 20 Juli 2024. Pengucapan sumpah/janji presiden dan wakil presiden untuk putaran kedua tetap dijadwalkan pada tanggal 20 Oktober 2024.

Artikel ini berdasarkan PKPU nomor 3 tahun 2022 yang dikeluarkan oleh KPU dan berisi informasi penting terkait tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pemilu tahun 2024.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *