Peristiwa Berdarah di Bangkalan dan Lumajang: Kasus Carok Membuat Korban Meninggal Dunia

  • Whatsapp

Peristiwa berdarah kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada hari Minggu (4/6/2023). Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa peristiwa pertumpahan darah tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan empat orang lainnya menderita luka-luka.

Dalam dugaan kasus ini, diduga terjadi carok di Bangkalan. Tim dari Tribun Jatim Network yang melakukan pemantauan di Ruang IGD RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan melihat bahwa empat orang sedang menjalani perawatan medis. Sementara itu, satu korban yang meninggal dunia telah dipindahkan ke Gedung Pemulasaraan rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak lama setelah itu, seorang korban dengan luka ringan dibawa dari IGD ke Polres Bangkalan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Sementara tiga korban lainnya masih berada di IGD.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai lokasi kejadian maupun identitas korban. Namun, video yang beredar menampilkan seorang pria tergeletak di pinggir jalan dengan suara seorang pria yang mengatakan, “carok, carok di namera laok (Tanah Merah Laok)”.

Sebelumnya, kasus carok yang juga berujung pada kematian terjadi di Lumajang, Jawa Timur. Seorang warga bernama NR, dari Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, ditemukan tewas di sebuah lahan tebu pada hari Senin (3/4/2023). Korban yang berusia 43 tahun itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka-luka akibat sabetan senjata tajam.

Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hari Siswanto, menjelaskan bahwa korban meninggal setelah terlibat dalam duel carok dengan B, seorang warga Desa Meninjo yang merupakan tetangga korban. “Peristiwa pembunuhan terjadi pada hari Senin sekitar pukul 09.00 pagi,” kata Hari saat ditemui di Polres Lumajang pada hari Selasa (4/4/2023).

Hari menjelaskan bahwa duel carok ini bermula dari dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh korban dengan istri tersangka. Pada malam Minggu (2/4/2023), korban dan istri tersangka diketahui sedang berada dalam kandang ayam dan melakukan tindakan yang mencurigakan. Mereka ketahuan oleh orang tua istri tersangka dan menceritakan kejadian tersebut kepada anaknya.

Setelah menerima kabar tersebut, tersangka menjadi marah. Ia mengambil ponsel milik istrinya dan menghubungi korban dengan ponsel tersebut. Tersangka berpura-pura bahwa istrinya merindukan korban dan ingin bertemu dengannya. Tersangka menanyakan lokasi korban melalui ponsel tersebut dan segera mendatanginya dengan membawa celurit.

Ketika korban bertemu dengan tersangka, ia kaget karena tidak menyangka tersangka datang dengan niat jahat. Sebelum terjadi pembacokan, tersangka menanyakan apakah korban memiliki hubungan khusus dengan istrinya. Setelah mendapatkan jawaban positif, terjadi duel carok antara tersangka dan korban.

Dalam duel tersebut, korban yang juga membawa celurit sempat melakukan perlawanan. Ia berhasil memotong jari tersangka, namun akhirnya kalah dalam pertarungan tersebut dan akhirnya tewas. Korban mengalami luka sabet di bagian kepala, punggung, dan kaki.

Setelah adanya laporan penemuan mayat di lahan tebu yang bersimbah darah, polisi segera melakukan penyelidikan. Tidak lama kemudian, tersangka menyerahkan diri ke Polsek Ranuyoso. Saat ini, tersangka sedang dirawat di RS Bhayangkara Lumajang dan akan dijerat dengan pasal 340 KUHP yang berpotensi menghadapi hukuman penjara selama 20 tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *